Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TENUN WAJO DALAM MENGHADAPI BADAI KRISIS EKONOMI 1930-1998
Penanda Bagikan

Text

TENUN WAJO DALAM MENGHADAPI BADAI KRISIS EKONOMI 1930-1998

SIMON SIRUA SARAPANG - Nama Orang; RISMAWIDIAWATI - Nama Orang; TAUFIK - Nama Orang; SRIMURYATI - Nama Orang;

Industri tenun Sengkang-Wajo telah bertahan dan melewati berbagai periode sejarah krisis yang melampau batas-batas rezim. Sejak krisis 1930-an, 1940-60-an dan krisis 1997-98, penenun Sengkang dapat bertahan dan melewati krisis tersebut. Pada tahun 1930-an, ketika terjadi malaise, penenun mampu melewati krisis dengan melakukan industri tenun dari hulu ke hilir, memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan sistem pemasaran tradisional. Tahun 1940-60-an mengalami tantangan besar setelah penekanan pemerintahan Jepang pada tanaman pangan untuk kebutuhan perang sehingga terjadi kelangkaan bahan baku tenun. Memasuki periode 1950-60an tenun Sengkang-Wajo, ditengah tekanan keamanan regional justru penenun menemukan momentum dengan meningkatkan teknologi mereka. Periode krisis 1997-98, industri tenun mengalami kemandekan karena kelangkaan bahan baku lokal dan harga bahan baku impor yang semakin tak terbeli. Industri tenun Sengkang-Wajo mampu bertahan di tengah badai krisis disebabkan karena tenun ini bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi semata tetapi merupakan produk kebudayaan. Strategi pemasaran industri tenun Sengkang-Wajo dilakukan dengan dua saluran utama, yaitu sistem pasar tradisional dalam skala lokal dan sistem pemasaran profesional dengan membuka jaringan dalam dan luar negeri. Pemasaran tradisional utamanya dilakukan oleh penenun independen. Sistem ini merupakan pemasaran yang telah mentradisi sejak lama. Kemudian sistem yang lebih profesional yaitu membuka jaringan pemasaran dalam dan luar negeri dengan aneka ragam produk tenunan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SEK -900 (900-909) SIM T
Penerbit
Sulawesi Selatan : BPNB MAKASSAR., 2012
Deskripsi Fisik
xiii + 157hlm; 15cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-3897-63-9
Klasifikasi
SEK -900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?