Text
PANCUR AJI (ANTARA MITOS, JEJAK SEJARAH DAN WISATA)
PANCUR AJI (ANTARA MITOS, JEJAK SEJARAH DAN WISATA) keberadaan Pancur Aji sebagai salah satu objek wisata yang memiliki nilai historis dan kultural yang kuat di Kabupaten Sanggau. Buku ini menguraikan berbagai cerita mitos yang berkembang di masyarakat, jejak sejarah yang melatarbelakangi terbentuknya kawasan tersebut, serta potensi wisata yang dimilikinya. Selain itu, dijelaskan pula keterkaitan antara kepercayaan masyarakat lokal dengan perkembangan Pancur Aji sebagai destinasi wisata, termasuk upaya pelestarian dan pengelolaan yang dilakukan. Melalui pendekatan deskriptif, buku ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai Pancur Aji sebagai perpaduan antara warisan budaya, sejarah, dan daya tarik wisata yang bernilai penting bagi masyarakat dan pengunjung.
Pancur Aji adalah sebuah kawasan perbukitan yang terletak di pinggiran teluk Sungai Kapuas di bagian hilir atau bagian pesisir barat Kota Sanggau.Kawasan ini dinamakan Pancur Aji karena berkaitan dengan tokoh cerita rakyat bernama Aji. Pada bagian atas bukit Pancur Aji ditemukan sisa-sisa Benteng Pancur Aji yang terbentang pada dataran bukit dalam bentuk galian tanah berukuran 10x10 meter dengan kedalaman 1 meter dan berdindingkan kayu belian mengitari benteng tersebut. Sebagai sebuah kerajaan yang berdaulat, para leluhur negeri ini telah menetapkan kawasan Pancur Aji sebagai benteng pertahanan negeri, karena pada masa itu cukup banyak kerajaan yang berdiri yang berdiri di bagian hilir Sungai Kapuas sampai ke muara Sungai Kapuas, mulai dari kerajaan Meliau, Tayan, Landak, Mempawah dan hingga Kerajaan Pontianak di muara Sungai Kapuas. Dinding batu Pancur Aji dengan seberangnya yang menyempit ditambah arus balik air yang berputar serta dilengkapi dengan adanya rantai besi yang sewaktu-waktu dapat didongkrak naik, dapat berakibat fatal bagi musuh yang datang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain