Text
UPACARA KEMATIAN SUKU YALI DI KABUPATEN YALIMO
Saat ada orang meninggal dunia, hal yang biasa dilakukan adalah saudara melayat ke rumah duka dengan membawa berbagai sumbangan dalam bentuk apapun. Mayat dapat dibiarkan selama dua sampai tiga hari untuk dilihat oleh saudaranya, pada hari yang terakhir akan dikubur (pada zaman dahulu dikremasi/dibakar). Jika yang meninggal orang yang paling dikasihi, biasanya ada wanita yang memotong jari tangan mereka sebagai lambang kesedihan yang begitu dalam. Ada sebagian pria yang melakukannya tapi tak sebanyak wanita. Selain itu, saudara dari almarhum juga melaksanakan puasa dengan cara menggosok wajah dengan becek atau lumpur putih dan dibiarkan selama maksimal ½ bulan. Mereka tidak akan mandi sampai masa puasa mereka usai. Ketika tamu yang datang tiba kerumah duka, mereka disambut keluarga dengan menangis sambil menceritakan kisah hidup si mati. Hal ini akan mempengaruhi tamu sehingga mereka akan bersedih dan menangis. Apabila tangisan dihentikan maka tamu akan menyerahkan sumbangan mereka. Proses pemakamannya ada beberapa cara yaitu dengan dibakar, bayi kecil dibuang ke sungai dan dengan cara mayat dipamerkan (handi-turuk) di dalam rumah kecil yang dibangun diatas sebuah pohon. Dan setelah membusuk tulang dikumpulkan dan disimpan ke dalam rumah, terkadang juga jenazah ditaruh ke dalam gua di hutan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain