Text
KELUARGA MINANGKABAU TANPA ANAK PEREMPUAN PROBLEMATIKA DAN IMPLIKASI SOSIAL
KELUARGA MINANGKABAU TANPA ANAK PEREMPUAN PROBLEMATIKA DAN IMPLIKASI SOSIAL
Masyarakat Minangkabau, sebagaimana diketahui dicirikan salah satunya dengan garis keturunan yang diatur menurut garis perempuan (matrilineal atau nasab ibu). Aturan tersebut menempatkan perempuan sebagai pelanjut keturunan sebuah keluarga. Konsekuensi dari hal itu, jika sebuah keluarga tidak dikaruniai anak perempuan maka kelanjutan keturunan akan terhenti atau punah. Problematika yang dihadapi keluarga Minangkabau tanpa anak perempuan, disamping ketiadaan anak perempuan antara lain dalam pelaksanaan pekerjaan rumah tangga, aktifitas sosial kemasyarakatan dan kehidupan di masa tua. Secara psikologis, para orangtua yang tidak memiliki anak perempuan merasakan kekurangan dalam hidupnya, karena di masa tua tidak ada anak perempuan yang merawatnya. Kemudian dalam pelaksanaan upacara adat, kadangkala tidak sepenuhnya bisa diikuti karena tidak adanya anak perempuan, dan terpaksa melibatkan saudara jauh (sepupu), ipar, menantu, tetangga dan lainnya untuk membantu. Sedangkan implikasi sosial yang ditimbulkan dari ketiadaan anak perempuan diantaranya tidak adanya pelanjut keturunan, pemilikan dan pewarisan harta milik kaum, persepsi masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain