Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

KARUNGUT KESENIAN KALIMANTAN TENGAH

NENI PUJI NUR RAHMAWATI, DKK - Nama Orang;

Karungut merupakan seni bertutur, semacam pantun atau syair tentang nilai moral, adat, perjuangan bahkan pesan semangat untuk membangun. Seni ini diiringi dengan alat musik kecapi khas dayak, gong/kakanong, suling dan gendang. Karungut merupakan seni khas Kalimantan Tengah yang mempunyai arti dan makna yang sangat dalam untuk ritual dan untuk menyampaikan segala sesuatu sesuai dengan keperluannya. Dahulu Karungut dinyanyikan para ibu untuk menidurkan anaknya. Dewasa ini Karungut dapat ditemui di tempat hajatan perkawinan maupun khitanan, untuk menyambut tamu penting, untuk kampanye pilkada dan lain-lain sebagai salah satu ekspresi kegembiraan dan rasa bahagia diungkapkan dalam bentuk Karungut. Terkadang ditemukan perulangan kata pada akhir kalimat. Untuk mengamati cara tutur orang Dayak dalam mengekspresikan perasaan mereka maka terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dibuat sebagaimana adanya kata per kata.

Translate
Karungut was an art of speech, a kind of poetry or poetry about moral values, customs, struggles and even messages of enthusiasm to build. This art was accompanied by a typical dayak harp, gong / kakanong, flute and drum. Karungut was a typical art of Central Kalimantan which had a very deep meaning and meaning for the ritual and to convey everything according to its needs. In the past, Karungut was sung by mothers to put their children to sleep. Nowadays, Karungut could be found at a wedding and circumcision, to welcome important guests, for the election campaign and others as an expression of joy and happiness expressed in the form of Karungut. Sometimes words were found at the end of a sentence. To observe how the Dayaks spoke in expressing their feelings, the translation into Indonesian was made as it is word for word.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
6.2(700-799) NEN
Penerbit
Kalimantan Tengah : BPNB PONTIANAK., 2012
Deskripsi Fisik
14hlm; 16,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
6.2(700-799)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?