Text
SONGKET SAMBAS, TRADISI DAN IDENTITAS
Sebagai sebuah kota budaya, Sambas memiliki kain khas yang dikenal masyarakat setempat dengan Kain Lunggi atau disebut juga Kain Bannang Ammas, karena salah satu bahan yang digunakan adalah benang yang berwarna kuning keemasan. Benang inilah yang lebih akrab disebut Tenun Songket Sambas. Bahan dasar dalam pembuatan kain tenun Sambas adalah benang dengan aneka ragam warna dan benang emas yang menjadi ciri khas kain tenun ini. Dahulu, proses pewarnaan benang harus melalui proses pencelupan. Namun hal tersebut tidak diperlukan lagi karena tersedia benang-benang baik benang longsen maupun benang pakan dengan aneka warna sesuai kebutuhan. Proses menenun secara umum terdiri dari beberapa tahapan meliputi menarrau, mengani. Terdapat beberapa macam motif yang terdapat dalam kerajinan tenun Sambas, diantaranya pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, serong parang manang dan masih banyak lagi. Motif-motif tersebut merupakan refleksi dari nilai-nilai budaya masyarakat setempat yang kebanyakan berhubungan dengan flora yang hidup dalam lingkungan alam masyarakat Sambas. Motif tenun songket merupakan perwujudan dari endapan sejarah, falsafah, nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat Melayu Sambas yang memiliki banyak makna simbolik didalamnya. Makna simbolik tersebut diwariskan dari generasi ke generasi melalui karya yang dihasilkan. Kebanyakan hanya melalui catatan kecil, gambaran pada media sederhana bahkan penggalan cerita pada saat sang ibu mengajarkan anak-anaknya.
Sebagai sebuah kota budaya, Sambas memiliki kain khas yang dikenal masyarakat setempat dengan Kain Lunggi atau disebut juga Kain Bannang Ammas, karena salah satu bahan yang digunakan adalah benang yang berwarna kuning keemasan. Benang inilah yang lebih akrab disebut Tenun Songket Sambas. Bahan dasar dalam pembuatan kain tenun Sambas adalah benang dengan aneka ragam warna dan benang emas yang menjadi ciri khas kain tenun ini. Dahulu, proses pewarnaan benang harus melalui proses pencelupan. Namun hal tersebut tidak diperlukan lagi karena tersedia benang-benang baik benang longsen maupun benang pakan dengan aneka warna sesuai kebutuhan. Proses menenun secara umum terdiri dari beberapa tahapan meliputi menarrau, mengani. Terdapat beberapa macam motif yang terdapat dalam kerajinan tenun Sambas, diantaranya pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, serong parang manang dan masih banyak lagi. Motif-motif tersebut merupakan refleksi dari nilai-nilai budaya masyarakat setempat yang kebanyakan berhubungan dengan flora yang hidup dalam lingkungan alam masyarakat Sambas. Motif tenun songket merupakan perwujudan dari endapan sejarah, falsafah, nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat Melayu Sambas yang memiliki banyak makna simbolik didalamnya. Makna simbolik tersebut diwariskan dari generasi ke generasi melalui karya yang dihasilkan. Kebanyakan hanya melalui catatan kecil, gambaran pada media sederhana bahkan penggalan cerita pada saat sang ibu mengajarkan anak-anaknya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain