Text
SUNDA KELAPA SEBAGAI BANDAR DI JALUR SUTRA (LAPORAN PENELITIAN)
Sebagai pusat kegiatan komersial, pelabuhan Sunda Kelapa pernah menampung kelompok pedagang ataupun musafir ”asing” yang datang dari wilayah Nusantara, maupun dari luar wilayah Nusantara. Termasuk kedalam wilayah yang pertama adalah pedagang-pedagang dari Jawa, Banten, Palembang, Pariaman, Banjarmasin, Lawe, Tanjungpura, Malaka, Makassar, dan Madura. Sedangkan yang termasuk wilayah kedua adalah Arab, Persia, China, Gujarat, Malabar, Koromandel, Kling, Maldives, Portugis, dan Belanda. Daya tarik utama pelabuhan Sunda Kelapa bagi para pedagang asing adalah rempah-rempah, khususnya lada. Ekspansi Islam sebagai ideologi baru ke wilayah Kerajaan Sunda, khususnya di kota-kota pelabuhan pantai utara Jawa Barat, mengakibatkan perubahan pantai utara Jawa Barat, yaitu perubahan besar-besaran di wilayah ini. Sejak saat ini pengaruh Islam sebagai ideologi baru tidak saja menguasai kehidupan di daerah pantai, tetapi juga menembus ke daerah pedalaman.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain