Text
SEJARAH INDUSTRI PERFILMAN DI SUMATERA UTARA
Perfilman di Indonesia ternyata telah melewati jejak yang panjang. Bioskop atau gambar idoep (karena gambarnya bisa bergerak seperti manusia yang hidup) telah ada di Indonesia sejak tahun 1900. Awalnya memang diperuntukkan bagi konsumsi orang Belanda yang tinggal di kota besar di Indonesia. Kota Medan termasuk dikategorikan kota besar oleh Belanda yang banyak terdapat komunitas tuan-tuan Eropa dan pribumi "berdarah biru". Lima tahun setelah bioskop ada di Batavia, Medan juga memiliki sebuah gedung bioskop yang bernama Deli Bioscoop. Perkembangan film di Medan bukan hanya pada pertumbuhan gedung bioskopnya saja tetapi berbagai film nasional telah pernah dihasilkan oleh sineas yang berasal dari kota Medan. Film menunjukkan pada kita jejak-jejak yang ditinggalkan pada masa lalu, cara menghadapi masa kini dan keinginan manusia terhadap masa yang akan datang. Sehingga dalam perkembangannya, film bukan lagi usaha yang hanya menampilkan citra bergerak (moving images), tetapi juga telah diikuti oleh kepentingan tertentu, seperti politik, kapitalisme, hak asasi manusia dan gaya hidup.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain