Text
PERLAWANAN DAN PERUBAHAN DI KALIMANTAN BARAT KERAJAAN SINTANG 1822-1942
Masyarakat Sintang sedang dalam proses perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat kolonial, semi-egaliter, majemuk, tetapi terjajah, pecah Perang Pasifik sebagai bagian dari Perang Dunia II. Mata rantai penjajahan putus ketika pemerintah Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942. Panembahan Sintang, bersama-sama dengan sisa aristokratnya dan masyarakat pribumi Sintang menghadapi suatu zaman yang sama sekali lain dan asing. Seperti halnya rakyat Indonesia di bagian lain kepulauan Indonesia, Sintang menghadapainya dengan penuh harap, cemas dan getir. Tetapi ini merupakan lembaran lain dari jilid berikut sejarah Sintang yang kemudian menjadi bagian dari sejarah Indonesia secara keseluruhan karena persamaan nasib dan pengalaman kolektif
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain