Text
KEBUDAYAAN MASYARAKAT LAMPUNG DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Masyarakat Kampung Bojong beradat Pepadun. Akan tetapi menurut para sesepuhnya, adat Pepadun di Bojong berbeda dengan Pepadun di daerah lainnya di luar Bojong. Yang membedakannya antara lain strata paling tinggi pada adat Pepadun adalah sesan, akan tetapi di Bojong yang paling tinggi adalah pangeran. Sebagai kawasan yang masih memiliki khasanah budaya asli suku bangsa Lampung, di kampung Bojong banyak jenis upacara adat yang masih dilakukan baik dalam tataran perseorangan maupun dalam tataran umum. Pada upacara yang berhubungan dengan mata pencaharian hidup tampak sekali adanya upacara mereka untuk menjaga keseimbangan dengan alam. Begitu pula pada upacara sebelum menanam dan saat panen padi, terlihat sikap mereka yang selalu beradaptasi dengan lingkungan hidup tempat mereka tinggal. Adapun pada upacara lainnya, tercermin keadaan masyarakat yang ingin berhubungan dengan lingkungan yang lebih tinggi lagi yaitu Tuhan. Masyarakat Kampung Bojong sangat terbuka bagi masyarakat sekitarnya, hal ini dapat dilihat dalam sistem perkawinan mereka yang bisa dilakukan dengan warga di luar kampung Bojong (exogami). Adat sesudah perkawinan menghendaki kedua mempelai untuk tinggal di rumah pihak kerabat istri (uxorilokal atau matrilokal).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain