Text
PELABUHAN TARAKAN KALIMANTAN TIMUR
Pada tahun 1896, semasa pemerintahan Datoe Adil di Kerajaan Tarakan yang pada saat itu berada di Salimbatu, sebuah perusahaan minyak bumi Belanda, Koninklijke Nederlandsche Petroleum Company telah menemukan sumber minyak di daerah Tarakan. Dalam memulai kegiatan penambangannya, pihak kesultanan Bulungan ikut campur didalamnya. Mengetahui hasil tambang sangat besar Datoe Adil mengajukan tuntutan kepada Belanda. Sebagai pengusaha Belanda mulai berdalih dan menebar berbagai janji kepada Datoe Adil. Namun, apa yang telah dijanjikan tidak ditepati. Dengan adanya izin yang diberikan pihak Belanda untuk melakukan penelitian dan mendatangkan para ahli maka terwujudlah suatu penambangan minyak mentah pada tahun 1809 dan sampai sekarang masih ada, tetapi telah beberapa kali mengalami pertukaran kepemilikan. Tarakan ternyata menjadi perhatian dunia internasional, selain bangsa Belanda, Jepang dan Sekutu ikut menaruh perhatian untuk menguasai ladang minyak tersebut. Segala daya upaya dilakukan untuk kemajuan perusahaan. Penduduk Tarakan dijadikan sebagai pegawai dan buruh di perusahaan tambang minyak. Adanya sumber minyak menyebabkan Belanda membangun pelabuhan Pamoesian sebagai pelabuhan yang dekat dengan tambang minyak. Pelabuhan Tarakan sangat berpengaruh terhadap perkembangan Kota Tarakan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain