Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of STUDI PERTUMBUHAN DAN PEMUDARAN KOTA PELABUHAN : KASUS GILIMANUK - JEPARA
Penanda Bagikan

Text

STUDI PERTUMBUHAN DAN PEMUDARAN KOTA PELABUHAN : KASUS GILIMANUK - JEPARA

DRA. MC. SUPRAPTI, DRS. SUNJATA K, SUHARDI BSc, WISNU SUBAGYO BA - Nama Orang;

Secara administratif wilayah Gilimanuk merupakan desa swasembada yang berkembang dari suatu perkampungan nelayan. pada jaman penjajahan Belanda, Gilimanuk pernah dilalui jalur pelayaran perdagangan Nusantara dari batavia yang akan menuju ke timur. Peningkatan fasilitas pelabuhan Buleleng di pantai Utara Bali, dan pelabuhan Benoa di pantai Selatan Bali merupakan salah satu faktor mulai tersisishnya pelabuhan Gilimanuk dari jalur perdagangan ini. Pelabuhan Gilimanuk kemudian lebih banyak berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan barang maupun penumpang dalam hubungannya dengan Jawa. Jepara sekarang merupakan ibu kota kabupaten Jepara. Pada jaman penjajahan Belanda, Jepara merupakan distrik atau kawedanan. Dulu, daerah ini merupakan suatu desa nelayan. pada abad ke-17, Jepara terkenal sebagai pelabuhan transito dan pelabuhan monopoli beras bagi Kerajaan Mataram. Fungsi pelabuhan Jepara mulai mundur sejak jatuhnya Kerajaan Mataram dan didirikannya pelabuhan Semarang oleh pemerintah Hindia Belanda. Semarang memiliki berbagai fasilitas yang lebih baik dari Jepara. Kini, pelabuhan Jepara berfungsi untuk mengangkut berbagai jenis hasil bumi Kabupaten Jepara antara lain beras, ikan asin, tembakau, dan kacang-kacangan. Sedang barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan Jepara antara lain kayu dan rotan dari Kalimantan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKE - 900 (900-909) SUP S
Penerbit
Jawa Tengah : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1994/1995
Deskripsi Fisik
104hlm; 15,5cm x 23cm;
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?