Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PELABUHAN RIAU HUBUNGAN DAN PERANANNYA DENGAN DAERAH-DAERAH HINTERLAND TAHUN 1700-1973
Penanda Bagikan

Text

PELABUHAN RIAU HUBUNGAN DAN PERANANNYA DENGAN DAERAH-DAERAH HINTERLAND TAHUN 1700-1973

DAHSYAT GAFNESIA - Nama Orang; ANASTASIA WIWIK SWASTIWI - Nama Orang; SINDU GALBA - Nama Orang;

Pada awal abad 17, Pelabuhan Riau menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan transito antara timur dan barat karena letaknya yang strategis di jalur dagang Selat Malaka. Daya tariknya adalah Managierse Aequipagenya yaitu kemampuan mengendalikan barang dagangan dan menyediakan spare part bagi kapal yang datang dengan cepat dan murah. Keberadaan Pelabuhan Riau sejak abad ke-17 dengan karakteristik wilayah yang unik, memberikan nuansa tersendiri terhadap wilayah ini pada masa-masa selanjutnya. Posisinya yang strategis serta ditunjang kondisi alamnya yang banyak, mendorong ramainya perdagangan di wilayah tersebut hingga abad ke-20. Namun belakangan seiring dengan dibukanya bandar Singapura oleh Raffles tahun 1819 mengambil alih peran pelabuhan Riau dalam kancah konstelasi politik maupun ekonomi. Sementara itu kondisi sosial politik di daerah Riau semakin diperparah dengan ditandatanganinya Treaty Of London antara Inggris dan Belanda tahun 1824. Dibukanya Pulau Batam tahun 1973 mempunyai arti penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya dan Riau khususnya. Dengan demikian, pusat perdagangan daerah Riau pasca tahun 1784 yang mengalami kekosongan, sejak dibukanya Batam tahun 1973 tersebut memiki pusat perdagangan di Batam. Seiring dengan direncanakannya Batam sebagai pelabuhan Internasional.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKO - 959.8 (950-959) DAH P
Penerbit
Riau : BPSNT TANJUNGPINANG., 2007
Deskripsi Fisik
iv + 87 hlm; 15,4cm x 2,9cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1281-11-9
Klasifikasi
SKO - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?