Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of INTEGRASI NASIONAL DI DAERAH RIAU SUATU PENDEKATAN BUDAYA
Penanda Bagikan

Text

INTEGRASI NASIONAL DI DAERAH RIAU SUATU PENDEKATAN BUDAYA

NOVENDRA - Nama Orang; DWI SOBUWATI - Nama Orang; GATOT WINOTO - Nama Orang; REFISRUL - Nama Orang; SUARMAN - Nama Orang;

Nilai-nilai budaya yang dapat dikembangkan menjadi kebudayaan nasional, biasanya digali dari kebudayaan daerah dan kebudayaan umum lokal. Dari kebudayaan umum lokal yang terdapat di kota Tembilahan, dapat diketahui bahwa di kota ini sudah terjadi akulturasi atau adaptasi budaya antar kelompok suku bangsa. Merupakan hal yang biasa apabila kelompok dari salah satu suku bangsa melakukan kebiasaan atau tradisi dari suku bangsa lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya suku bangsa telah membaur dan dianggap menjadi milik bersama. Nilai-nilai budaya tersebut seperti taqwa, rukun, ramah tamah, gotong royong, dan setia kawan. Nilai-nilai budaya tersebut diatas, sekarang selalu dipegang teguh oleh anggota masyarakat Melayu, Banjar, dan Bugis. Disamping nilai-nilai budaya yang dimiliki diatas, hal utama lain yang dapat menunjang integrasi nasional dari kelompok suku bangsa Melayu, Banjar, dan Bugis di kota Tembilahan, adalah keyakinan mereka pada ajaran agama yang sama, yaitu Islam. Hal lain yang dapat mempersatukan anggota masyarakat kota Tembilahan adalah bahasa sebagai alat komunikasi antar mereka yang berbeda suku bangsa. Hubungan sosial di antara kelompok Melayu, Banjar, dan bugis di kota tembilahan, berlangsung dengan baik dan akrab. Akhirnya, unsur yang paling berpotensi mempersatukan anggota masyarakat Melayu, Banjar, dan Bugis di kota Tembilahan adalah ideologi yang sama-sama dianut oleh mereka.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
IISA - 306.1 (300-309) NOV I
Penerbit
Riau : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1995/1996
Deskripsi Fisik
XIV+108hlm; 16cmx21cm ; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
IISA - 306.1 (300-309)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?