Text
UPACARA ADAT SUKU MELAYU KABUPATEN PONTIANAK MEMPAWAH KALBAR
Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah, ungkapan adat yang masih terus dipegang oleh suku Melayu, sehingga adat istiadat menggambarkan budaya Islam, tetapi kenyataannya bahwa banyak adat-istiadat yang justru bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Untuk merubah keyakinan adat yang turun temurun menjadi sebuah adat budaya dan terus dijalankan menjadi suatu khasanah kekayaan bangsa, tentunya memang perlu dilestarikan. Berbagai adat yang diwujudkan dengan berbagai macam upacara tradisional suku Melayu daerah Kalimantan Barat ini menunjukkan manifestasi antara kepercayaan keagamaan dengan mitos. Pada kegiatan pelaksanaan adat itu, selalu ditemui ada doa dan mantera, adanya zikir dan sesaji, adanya sedekah dan kenduri dan sebagainya. Ketua kampung, dukun, pawang, ketua adat dan ulama bekerja sama dalam pelaksanaan upacara. Upacara tradisional dalam masyarakat Melayu, terutama pada upacara-upacara yang besar, pada masa kini mengarah pada nilai-nilai yang bersifat rekreatif. Masyarakat dan pemerintah menyelenggarakan upacara tidak terlepas dari faktor ekonomis, dijadikan sebagai sebuah objek wisata daerah, sehingga esensi yang sarat dengan nilai-nilai ritual menjadi sebuah pertunjukan serimonial. Hal ini jika tidak diantisipasi sejak dini, maka upacara tersebut akan hanya menjadi sebuah objek tontonan yang kurang bermakna.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain