Text
SOSIALISASI PADA PERKAMPUNGAN MISKIN DAERAH SULAWESI SELATAN
Keluarga miskin di kedua kampung sampel masih tampak kerukunan dan cinta kasih antara suami istri. Gairah dan cita-cita hidup masih tinggi, bahkan diusahakan menyekolahkan anaknya agar bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik daripada dirinya sendiri. Tingkat pendidikan mereka rendah, baik ayah maupun ibu, sehingga mempengaruhi tingkat partisipasinya dalam organisasi sosial juga rendah. Penghasilan mereka rendah dibanding kebutuhan hidup sekeluarga, seringkali tidak mempunyai persediaan makan dalam rumah. Demikian pula tingkat keterampilan yang rendah, kecuali mereka mencari rezeki dengan mempertaruhkan tenaga jasmaninya.Sosialisasi anak lebih banyak dilakukan oleh ibu, sedang ayah sebagai kepala keluarga mengambil keputusan terakhir segala sesuatu yang menyangkut pendidikan, perkawinan, lapangan kerja anak dan semua tingkah laku dalam hubungan sosial. Perkelahian dan pertengkaran anak yang sering menjadi sumber konflik antara keluarga belum sampai menimbulkan malapetaka di kampung atau tindak kekerasan tanpa batas.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain