Text
SEJARAH KOTA TARAKAN
Tarakan berasal dari bahasa Tidung yaitu dari kata tarak (tempat singgah) dan ngakan (tempat makan), yang berarti tempat para nelayan singgah dan makan di tempat itu. Setelah penjajahan berakhir dan disusul dengan penyerahan kedaulatan, yang mana Kesultanan Bulungan bergabung dengan RIS maka pemerintahan Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Wedana Tarakan. Dengan adanya peyerahan tersebut maka kemerdekaan atas wilayah RI mendapat pengakuan resmi telah merdeka. Tarakan sebelumnya merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bulungan dan kemudian menjadi kota administratif dan selanjutnya pada tanggal 15 Desember 1997 berhasil menjadi pemerintahan Kotamadya Daerah Tk II Tarakan dan tanggal ini pulalah dijadikan sebagai hari jadi Kota Tarakan. Kota Tarakan mulai mengalami kemajuan sejak dijabat oleh Dr. Haji Yusuf SK, salah seorang putera daerah Kalimantan Timur yang menjadi Walikotamadya Tarakan, segala pemikiran dan upaya dilakukannya demi perkembangan Tarakan. Dalam bidang sosial dan budaya, sarana dan prasarana telah tersedia baik sekolah maupun rumah ibadah bagi para pemeluk agama. Pendidikan, penduduk kota Tarakan sudah mengalami kemajuan dan hingga kini lembaga pendidikan baik dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi swasta sudah ada di Tarakan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain