Text
ARSITEKTUR TRADISIONAL SUMATERA BARAT
ARSITEKTUR TRADISIONAL SUMATERA BARAT
Rumah adat Minangkabau dilihat dari bentuk fisik bangunan maupun fungsi serta konstruksi dalam pengolahan pemakaian bangunan merupakan potret diri masyarakat pada zamannya. Dalam menentukan ukuran rumah adat arsitektur Minangkabau disesuaikan dengan kondisi topografi, sehingga diperoleh komposisi yang baik dengan alam lingkungannya. Bentuk dasar arsitektur Sumatera Barat didasarkan kepada konsep perikehidupan masyarakat Minangkabau yang sangat bervariasi sehingga terbentuk atap berupa perahu atau tanduk kerbau. Didalam arsitekturnya dikenal dua akhiran yang disebut Laras Koto Piliang dan Laras Bodi Chaniago.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain