Text
DAMPAK PEMBAURAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TRANSMIGRASI DENGAN MASYARAKAT DAYAK DI KABUPATEN SANGGAU
Lokasi yang menjadi penelitian di sini adalah Desa Suka Mulia, Wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten daerah Tingkat II Sanggau Propinsi Kalimantan Barat. Pembauran antara penduduk setempat dengan penduduk pendatang merupakan aspek yang sangat penting dan dominan dalam mempercepat pembauran melalui perkawinan campuran maupun melalui pendidikan. Hal yang mendasari semua itu tidak lain adalah keberhasilan warga transmigrasi Desa Suka Mulia yang heterogen tersebut melakukan pembauran antara budaya masyarakat. Bnayak kesempatan bagi warga untuk berbaur tanpa adanya perbedan suku, agama, dan status sosial mereka, dan segi kegiatan kemasyarakatan seperti arisan dan gotong royong maupun dalam hal perkawinan. Pembangunan ekonomi pedesaan merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan lainnya seperti perubahan orientasi ekonomi masyarakat, sosial, politik, komunikasi dan lain sebagainya. Oleh karena itu proyek perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu jawaban dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, akan tetapi apabila tidak ditangani dengan baik maka akan dapat menimbulkan dampak yang negatif. Masuknya Perkebunan Inti Rakyat (PIR) akan membawa pengaruh positif dan mempunyai nilai tambah tersendiri bagi para petani terutama dalam hal penggunaan dan penerapan teknologi baru.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain