Text
SISTEM EKONOMI PENGRAJIN INDUSTRI TENUNAN (SUATU TINJAUAN ANTROPOLOGI EKONOMI)
Dalam proses kegiatan produksi para pengrajin industri tenunan yang ada di Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas masih memiliki keterampilan-keterampilan dengan cara-cara lama yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Untuk mengajarkan keterampilan tersebut kepada keturunannya mereka mengajak, membina dan membiasakan anak-anaknya agar melihat dan memperhatikan serta membantu pekerjaan orang tuanya sehingga menjadi terbiasa dan mahir dengan sendirinya. Alat-alat yang digunakan masih merupakan alat-alat yang lama yang sudah ada sejak dulu sedangkan tenaga kerjanya kebanyakan berasal dari keluarga sendiri atau kerabat dekat dan boleh dikatakan semuanya wanita. Pola hubungan kerja antara pengusaha dan penenun di Desa Sumber Harapan adalah pola hubungan ekonomi penuh, sebab di satu pihak terdapat pekerja sebagai penjual tenaga dan di lain pihak terdapat pemilik usaha sebagai pembeli atau pemakai tenaga kerja. Dalam pemberian upah tidak ditentukan oleh adanya hubungan kekerabatan di antara mereka. Untuk memelihara dan melestarikan kebudayaan daerah sebagai sumber kebudayaan nasional, maka kerajinan tenun yang berasal dari Desa Sumber Harapan mempunyai potensi untuk berkembang, tetapi ada beberapa faktor yang menjadi penghambat bagi para pengrajin di Desa Sumber Harapan yaitu : Kurangnya modal, Peralatan yang masihsederhana, Pemasaran, Tenaga kerja.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain