Text
KAIN CUAL BANGKA
Kain cual Bangka awalnya lebih dikenal sebagai Limar Muntok, yaitu kain tenun ikat yang berasal dari Muntok, nama sebuah kota kecil di Provinsi Bangka Belitung, tempat kain cual pertama kali berkembang. Kain cual dalam pengertian setempat berarti celupan benang pada proses awal, benang mori yang akan diwarnai dicelup atau diikat. Ciri khas kain cual sendiri adalah pada teknik tenunnya yang memadukan teknik ikat dan sungkit. Kain cual Muntok lebih didominasi oleh tenun ikat, sehingga dalam membentuk motif lebih banyak dipakai susunan benang pakan dengan pewarnaan melalui teknik pencelupan, pengikatan dan pemeletan, serta motifnya berupa motif corak dan ruang kosong. Untuk kain cual khususnya selendang, diberi tambahan hiasan ujungan dengan rumbai-rumbai yang dibuat dari bahan benang emas atau perak yang direnda dengan motif tertentu seperti pemanis. Peralatan tenun yang dipakai diantaranya gedogan, balok penyangga. Pada waktu dulu, kain cual hanya dipakai oleh lingkungan raja dan kerabat raja dan simbol warna kuning pakaian raja dan kerabatnya. Penggunaan kain cual diutamakan dalam acara resmi atau perayaan adat, seperti upacara perkawinan dan perayaan hari besar Islam. Dalam upacara perkawinan, kain ini mengambil bagian yang penting sebagai pakaian yang disebut paksian. Pengantin perempuan menggunakan kain cual sebagai kain, sedangkan pengantin laki-laki mengenakan selempang di bahunya. Pengantin laki-laki memakai tutup kepala sungkon.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain