Text
TRADISI MAKAN DAN MINUM DI LINGKUNGAN KRATON YOGYAKARTA
TRADISI MAKAN DAN MINUM DI LINGKUNGAN KRATON YOGYAKARTA
Dalam konteks tradisi makan dan minum, rupanya HB VIII lebih mengutamakan aspek kenikmatan sehingga beliau memerlukan tempat khusus untuk bersantap. Semua masakan yang disajikan dimasak di kedua pawon kraton: Gebulen dan Sakalanggen. Cara membawanya dimasukkan ke dalam jodhang seraya dipayungi. Pada masa pemerintahan HB IX, kebiasaan beliau adalah sarapan sebelum berangkat ke kepatihan. Anehnya, di tempat kerjanya disediakan umbarampe makan pagi. Pada siang hari setelah pulang kantor makanan telah disiapkan di Gedung Jene. Selama kurun waktu pemerintahan HB X, tempat menikmati makan dan minumnya biasa di Kraton Kilen. Hal yang dapat disaksikan manakala kraton kebetulan sedang mengadakan kegiatan yang bersifat sakral, antra lain: penyelenggaraan upacara garebeg, labuhan, jumenengan, wiyosan dalem, dan berbagai selamatanyang berkaitan dengan siklus hidup individu, seperti upacara kehamilan dan kelahiran, masa kanak-kanak, khitanan dan tetesan, perkawinan dan upacara kematian.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain