Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PONTIANAK (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL EKONOMI)
Penanda Bagikan

Text

PONTIANAK (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL EKONOMI)

DRS. JAUHARI MUSA - Nama Orang;

PONTIANAK (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL EKONOMI)
Dilihat dari letak geografis, Kerajaan Pontianak berada di daerah persimpangan sungai besar (Sungai Landak dan Sungai Kapuas) yang merupakan jalan atau kemudahan yang terpenting untuk menyelenggarakan transportasi dan komunikasi. Dengan perkembangan pusat-pusat kekuasaan pada waktu tertentu, perjalanan sejarah sosial ekonomi Pontianak secara jelas menunjukkan kecendrungan ke arah integrasi progresif yang sudah barang tentu proses tersebut mengalami pasang surut. Pelapisan sosial dan penggolongan sosial yang berinteraksi secara sistem untuk memelihara keseimbangan, sering pula menjadi kekuatan-kekutaan sosial yang bertentangan dan menciptakan situasi konflik. Kedatangan bangsa Inggris untuk menguasai belahan Utara pulau Borneo (Kalimantan) yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Melayu menjadikan VOC aktif melakukan ekspansi halus melalui perjanjian-perjanjian atau kontrak dengan kesultanan-kesultanan dari belahan kepulauan Borneo lainnya. Hubungan dagang hingga politik dengan VOC, menjadi embrio pembentukan koloni bangsa Eropa, khususnya Belanda di Kalimantan Barat. Hubungan sosial multietnik yaitu antara suku Dayak sebagai penduduk asli di pedalaman dengan masyarakatCina dan orang-orang Melayu di sepanjang Sungai Kapuas, seringkali mengalami pergesekan. Lagipula yang menarik dalam persamaan kekuasaan dan kecendrungan sosial dalam menghadapi pengaruh dari luar, konflik antara kelompok menurut sikap pro atau kontra kekuasaan asing dalam struktur kekuasaan feodalistis yang mengandung benih-benih desintegrasi, perpecahan tidak hanya terjadi karena perbedaan ideologi tetapi juga karena kepentingan ekonomi dan loyalitas kepada tradisi atau keluarga. Pengaruh ideologi, kepentingan ekonomi dan kekuasaan politik dapat saling memperkuat dalam pembentukan kekuatan sosial ekonomi untuk menghadapi penetrasi dan dominasi bangsa Barat.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK., 1999
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
L8.1(SJRH)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?