Text
TATAKRAMA SUKUBANGSA JAWA DI KABUPATEN SLEMAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TATAKRAMA SUKUBANGSA JAWA DI KABUPATEN SLEMAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Tatakrama budaya Jawa telah mengalami pergeseran. Dahulu posisi seorang anak harus patuh dan menurut atas segala perintah orang tuanya, sekarang anak dituntut boleh terbuka, bersikap kiritis, demokratis serta hubungan antara orang tua-anak bukan lagi berupa hubungan yang kaku, tetapi lebih bersifat santai, terbuka serta lebih akrab. Untuk lingkungan masyarakat, hendaknya perilaku yang menyimpang atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat dapat dijadikan sebagai kontrol sosial, sehingga generasi muda yang tidak bertata krama akan memperoleh sanksi baik berupa cemoohan ataupun pengucilan terhadap dirinya. Usaha penanaman tatakrama di lingkungan masyarakat dapat diupayakan melalui slohan-slohan atau ceramah serta penyuluhan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain