Text
TATAKRAMA DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
TATAKRAMA DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
Tatakrama dan jira kesetiakawanan sosial masyarakat Sasak masih relevan, karena tidak bisa dilepaskan dari struktur masyarakatnya sebagai kumpulan orang-orang yang satu sama lain berada dalam statu keteraturan hubungan. Persekutuan-persekutuan sosial karena alasan kekerabatan dan primordialismo memang tergeser oleh perubahan-perubahan di sector ekonomi dan teknologi, akan tetapi ternyata tidak menjadi alasan bagi masyarakat Sasak untuk serta merta menerima nilai-nilai kehidupan luar, karena pada dasarnya keunggulan dan kemampuan adaptif aturan-aturan tradisional itu masih tetap memberikan keuntungan hidup di lingkungan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada golongan generasi muda Sasak yang sudah tidak tahu atau tidak peduli lagi kepada nilai-nilaiyang terkandung dalam ungkapan-ungkapan lisan bahasa ibunya, tapi itu tidak lain karena golongan seperti ini sudah berada di tepi (marginal) kebudayaan luar dengan kebudayaan aslinya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain