Text
TATA KELAKUAN DI LINGKUNGAN PERGAULAN KELUARGA DI DAERAH JAWA TIMUR
Struktur sosial masyarakat Madura mengenal tingkatan dalam pergaulan karena adanya sistem pelapisan sosial yang berlaku hingga sekarang perbedaan status sosial disamping dapat dilihat dalam pergaulan di lingkungan kerabat, juga dalam pergaulan di masyarakat umumnya. Perbedaan status sosial tersebut akan berpengaruh dalam tata pergaulan, sebab hubungan antara individu anggata masyarakat tidak lain adalah hubungan antar status. Perbedaan status sosial dalam pergaulan antar anggota masyarakat termanifestasikan dalam wujud tingkatan bahasa yang dipergunakan dalam berkomunikasi (status tertentu menuntut pula penggunaan tingkatan bahasa tertentu) dan wujud sikap serta perilaku. Sistem kekerabatan masyarakat Madura menganut prinsip bilateral dimana dalam pergaulan antar anggota kerabat tidak dibedakan antara kerabat dari pihak laki-laki (ayah) maupun kerabat dari pihak wanita (ibu). Hak dan kewajiban sama demikian pula perlakuan dalam pergaulan. Hak dan kewajiban sama, demikian pula perlakuan dalam pergaulan. Masyarakat Madura umumnya masih sangat peka, terutama di desa-desa terhadap pergaulan antara laki-laki dan wanita. Akibat makin majunya ilmu dan teknologi modern yang ditandai dengan makin meningkatnya arus lalu lintas serta makin majunya tingkat pendidikan warga masyarakat, sangat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan masyarakat, yang dampaknya juga terlihat pada tata kelakuan dalam pergaulan di masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain