Text
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Pada umumnya masyarakat yang mendiami daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur membuat sarung dan selimut dengan bahan dasar katun asli. Benang katun ini diperoleh lewat proses secara tradisional dari/sejak nenek moyang sampai saat ini. Untuk mengenal status sosial atau kedudukan seseorang di dalam suatu masyarakat, dapat dikenal melalui motif kain. Pakaian yang digunakan di dalam bekerja adalah pakaian yang telah usang dan biasanya tidak dilengkapi dengan perhiasan dan kelengkapannya. Di dalam bertamu atau bepergian, ada masyarakat yang memakai perlengkapan seperti tempat sirih pinang sekaligus sebagai tempat menyimpan uang. Kain yang digunakan ketika bepergian atau ketika bertamu adalah kain yang kelihatannya masih baik karena dilatarbelkangi adat kebiasaan untuk berlkau sopan di depan orang lain. Pada umumnya semua masyarakat di Propinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan kain untuk bertamu atau bepergian seperti di atas. Pusat-pusat produksi kain sarung dan selimut yang khusus bergerak dalam bisnis kain hampir tidak ditemukan di daerah ini. Mereka (masyarakat) pada dasarnya menenun untuk keperluan sendiri baik dipakai atau untuk keperluan adat. Oleh sebab itu, mungkin perlu digalakkan kembali oleh Cantor Perindustrian.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain