Edisi September 2012 memuat delapan artikel, diawali oleh tulisan yang sangat bagus dari penulis undangan, Heddy Shri Ahimsa-Putra, yang mengupas tentang konsep "baik" dan "buruk" dalam budaya Jawa. Menurut Heddy Shri Ahimsa-Putra "baik' dan 'buruk" diterapkan oleh masyarakat Jawa dalam sifat-sifat individu sebagai kepribadian, serta muncul dalam prilaku bermasyarakat terhadap sesama. Meskipun …
Jurnal Patrawidya edisi kali ini diawali tulisan tentang Hak Konsesi di Tanah Kerajaan : Eksploitasi Tambang di Kulon Progo tulisan dari Harto Juwon. Kontrak sewa tanah dengan sistm hak konsesi merupakan bentuk transaksi yang bertumpu pada ketentuan hukum perdata Barat. Menurut Harto Juwono objek pertambangan tidak pernah ada dalam peraturan hukum Jawa, dan itu kemudian menimbulkan kesulitan da…
Buku Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra merupakan kumpulan makalah diskusi yang diadakan di Maluku Utara pada tanggal 24-27 November 1996. Diskusi tersebut membahas kedudukan Ternate dari berbagai aspek sejarahnya. Diantaranya tentang sejarah perkembangan pelabuhan Ternate, ekonomi perdagangan, kemaritiman, proses islamisasi, perkembangan politik dan pemerintahan, tinggalan-tinggalan sejarah…
Edisi tahun 2013 ini Patrawidya menghadirkan delapan artikel tentang sejarah dan budaya. Pada edisi ini diisi oleh penulis undangan Su Ritohardoyo yang menganalisis tentang keberlanjutan permukiman dan strategi penghidupan masyarakat korban letusan gunung api Merapi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bencana lahar dingin berakibat pada kehancuran permukiman, perub…
Patrawidya Vol 14 No 2 memuat delapan artikel tentang sejarah dan budaya. pada edisi ini diisi oleh penulis undangan Harto Juwono yang membahas tentang pengambilalihan hak atas hutan di Vorstenlanden oleh pemerintah Inggris tahun 1812. Dalam bahasannya Harto Juwono menyampaikan implikasi dari kontrak politik yang dibuat Thomas St. Raggles dan Sultan Hamengku Buwono II, serta…
Patrawidya Vol 14 No 3 berisi sembilan artikel, empat tulisan tentang sejarah dan lima tulisan tentang budaya. Sri Margana mengawali tulisan yang membahas tentang bukti-bukti historis Kerajaan Blambangan pada masa pemerintahan Tawang Alun (1655-1691). Margana memakai data yang berasal dari arsip kolonial, babad, bukti arkeologis, dan tradisi lisan yang berkembang di masyarakat setempat dan samp…
Buku Budaya di Kawasan Pegunungan Meratus dalam Perspektif Arkeologi ini dibuat untuk menjelaskan atau mengungkapkan tentang kondisi masyarakat di kawasan Pegunungan Merantus dari masa Prasejarah sampai masa Sejarah. Buku ini diawali dengan artikel dari Bambang Sugiyanto, Jejak Kolonisasi Prasejarah di Pegunungan Merantus. Artikel ini mengungkapkan bagaimana masyarakat prasejarah mengeksploitas…
Patrawidya Vol 16 No 1 menghadirkan delapan artikel sejarah dan budaya. Dua artikel membahas tentang bertemunya penduduk lokal dengan pendatang . Artikel Cahyo Pamungkas yang menjadi pembuka edisi Maret ini, membahas tentang hubungan antar umat beragama di Kaimana, yang dilihat dari perspektif sejarah. Perjumpaan antara pendatang baik yang Muslim, Kristen dan yang lainnya tidak menjadi masalah …
Patrawidya Vol 16 No 2 hadir dengan tujuh artikel yang terangkum dalam kajian tentang sejarah dan budaya. Abdul Wahid menulis tentang The Bloody Sunday of Batavia : Re-examining The Chinese Massacre of 1740. Pembantaian orang-orang Cina di Batavia tahun 1740 merupakan salah satu peristiwa kekerasan terburuk dalam sejarah modern awal Indonesia. Identitas kolektif komunitas orang Sawang di Pulau …
Buku Jejak arkeologi di wilayah perbatasan utama Kalimantan ini menyajikan hasil telaah arkeologi sejarah di wilayah Kabupaten Nunukan yang merupakan daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kajian tersebut berupa survei yang dilakukan di tiga kawasan geografis yang berbeda, yaitu (1) wilayah pegunungan (perbukitan), (2) daerah aliran sungai, serta (3) kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Se…