TATAKRAMA SUKUBANGSA REJANG DI KECAMATAN CURUP PROVINSI BENGKULU Masyarakat suku bangsa Rejang mengenal beberapa tingkah laku atau sopan santun dalam lingkungan sosial, diantaranya dalam lingkungan kerabat maupun diluar lingkungan kerabat yakni sopan santun atau tatakrama, menghormati, tatakrama bertegur sapa, berbicara, bersalaman. Wujud ideal semua perilaku tatakrama tersebut sampai saat …
HUBUNGAN SOSIAL PASCA KONFLIK (KASUS: KELURAHAN SALASSA DAN DESA BAEBUNTA) Hubungan sosial masyarakat di Kelurahan Salassa dan Desa Baebunta sebelum terjadi konflik mengalami proses sosial yang cukup lama dan penuh dengan dinamika. Dalam proses interaksi selama bertahun-tahun antara pendayang dan penduduk asli yang berbeda latar belakang budaya dan agama akhirnya menimbulkan hubungan-hubu…
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SAGO KEC. IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Semangat gotong-royong dan tolong-menolong pada masyarakat nelayan di Desa Sago masih sangat kuat. Pemilihan anak pukat atau orang yang bekerja pada pemilik alat tangkap selalu didasarkan atas hubungan kerabat, mulai dari kerabat yang paling dekat, agak jauh hingga orang sekampung. Nelayan masih percaya ke…
POLA STRATEGI PEDAGANG PAKAIAN BEKAS DALAM SISTEM PERDAGANGAN DI SUMATERA BARAT (Studi Kasus : Pedagang Pakaian Bekas di Bukittinggi) Cara mendapatkan barang pedagang pakaian bekas dibagi menjadi tiga kategori yaitu pedagang yang mengambil barang langsung ke pelabuhan; mengambil barang melalui agen yang berada di Bukittinggi; mengambil langsung ke pelabuhan dan menjual per bal serta menjual ec…
KEARIFAN LOKAL ORANG BAJO DI PULAU WANGI-WANGI Sampai saat ini orang Bajo Mola di Pulau Wangi-Wangi masih menggantungkan hidupnya di laut. Walaupun pola permukiman yang mereka miliki sudah berubah, dari tiang tancap menjadi susunan batu karang. Kondisi semacam itu tidak merubah pengetahuan atau kearifan mereka yang berkaitan dengan cara mereka mempertahankan hidup sebagai nelayan dan tinggal …
SISTEM KEPERCAYAAN (STUDI TENTANG UPACARA DAUR HIDUP SUKU BANGSA KAYU AGUNG) Orang Kayu Agung masih melaksanakan beberapa upacara di sepanjang daur hidup, seperti upacara kelahiran, upacara perkawinan sampai pada upacara kematian. Orang Kayu Agung masih percaya, bahwa setiap masa peralihan dianggap masa yang berbahaya, sehingga perlu diadakan upacara agar terhindar dari bahaya yang dianggap dap…
Upacara Maccera' Tasi' bukan sekedar ritual atau pesta rakyat, namun mengandung nilai-nilai yang masih perlu dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya, khususnya bagi masyarakat nelayan. Ungkapan yang disampaikan merupakan suatu pesan-pesan berupa harapan-harapan untuk kelangsungan hidup. Upacara ini penuh dengan makna dan simbol, yang dapat dilihat dari alat dan perlengkapan upacara atau lebi…