Sejak awal kemunculannya, pendulangan intan di daerah Cempaka digolongkan dalam pertambangan rakyat karena masih dilakukan secara tradisional dengan alat yang sederhana. Seiring perkembangan, proses pendulangan intan pun mengalami perubahan meskipun tidak signifikan. Perubahan yang sangat mencolok adalah digantikannya beberapa komponen peralatan dengan alat mesin, sehingga mengurangi tenaga ker…
Masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan terjadi lama sebelum berdirinya Kerajaan Islam Banjar, begitu pula di kawasan permukiman masyarakat Dayak Bakumpai. Untuk persebaran agama Islam, tentu tidak terlepas dari jasa, peranan dan perjuangan para ulama dan tokoh-tokoh Islam yang hidup pada masa lalu; salah satunya adalah Qadhi Abdusshamad dan keturunannya yang juga ulama, yang aktif menyebark…
Pembentukan Kota Banjarbaru diawali dari ide Gubernur Provinsi Kalimantan, dr. Murjani di awal tahun 1951 untuk mendapatkan tempat yang sesuai sebagai ibukota Provinsi Kalimantan. Dari sini dimulailah pembangunan Banjarbaru dari yang semula bernama Gunung Apam pada tahun 1953, dimulai dari pembangunan kantor-kantor instansi pemerintah dan perumahan pegawai. Pada tahun 1954, Gubernur mengusulkan…
Masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan umumnya tidak identik dengan berdirinya Kerajaan Banjar di daerah ini, sebab jauh sebelum berdirinya Kerajaan Banjar di Kuin Banjarmasin sudah terdapat pemukiman penduduk yang memeluk agama Islam. Agama Islam mulai berkembang dengan pesat sejak berdirinya Kerajaan Banjar dimana Sultan Suriansyah sebagai raja yang pertama memeluk agama Islam diikuti ole…
Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai daerah otonom, secara nyata terbentuk pada tanggal 2 Desember 1950. Dengan demikian tanggal inilah menjadi pancangan tonggak sejarah Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Beberapa peristiwa heroik yang pernah terjadi di daerah Hulu Sungai Selatan sebelum masa kemerdekaan diantaranya pertempuran di Benteng Madang. Peristiwa tidak kalah besarnya yang terja…
Jauh sebelum negara Republik Indonesia diproklamirkan, Amuntai (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara sekarang) merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu yang bernama Kerajaan Negaradipa. Empu Jatmika adalah raja pertama kerajaan ini yang sekaligus sebagai pendirinya. Setelah ia wafat digantikan Junjung Buih. Raja berikutnya adalah Raden Suria Gangga Wangsa, dan raja keempat adalah Rade…
Pahandut yang merupakan wilayah yang dapat dikatakan tua di Kota Palangkaraya ini sebagian besar wilayahnya termasuk dalam wilayah perkotaan. Dipilihnya Pahandut sebagai Ibukota dari Propinsi Kalimantan Tengah memang bukan tanpa alasan. Ini dilihat dari beberapa sudut pandang seperti dari segi politis, geografis/strategis dan ekonomis. Setelah Pahandut ditetapkan sebagai lokasi Ibukota Propins…
Terbentuknya Kabupaten Kapuas dilalui dengan proses sejarah yang sangat panjang dimulai dari periode Kabupaten Kapuas dalam masa penjajahan Belanda, masa pendudukan dan masa setelah kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda nama wilayah Kapuas ini diset dengan Onderafdeling Kapuas yang beribukota Kuala Kapuas termasuk dikukuhkan menjadi Afdeling Banjarmasin dan pada tahun 1913 Belanda membagi w…
Perjalanan sejarah daerah Kalimantan Tengah diwarnai oleh peristiwa-peristiwa yang memunculkan semangat heroik dari para pejuang. Dalam masa perjuangan, muncul nama-nama tokoh pejuang perintis kemerdekaan seperti Housman Baboe dan George Obus sebagai tokoh pergerak di Kalimantan Tengah melalui peran dan pemikirannya. Melalui organisasi kebangsaan mereka dapat menggerakkan rakyat Kalimantan Teng…
Kerajaan Kotawaringin Lama pertama kali diperintah oleh Pangeran Adipati Antakesuma bin Sultan Mustainubillah dengan gelar Ratu Bengawan yang memerintah tahun 1615-1630. Dalam catatan sejarah Kalimantan Tengah disebutkan bahwa raja yang memerintah di kerajaan Kotawaringin ada 14 (empat belas) raja yang dalam masa kekuasaannya dibagi dalam dua periode pemerintahan, yaitu pemerintahan dari raja I…