Sejarah rempah berhubungan erat dengan sejarah kolonialisme. Karena rempahlah bangsa Portugis, Spanyol dan akhirnya Belanda datang ke Nusantara. Seluruh narasi sejarah tentang kolonialisme dibangun diatas motif pengambilalihan dan monopoli akses untuk tiga komoditas mewah seperti pala, lada dan cengkeh. Apabila lahirnya kebangsaan Indonesia mesti ditempatkan sebagai jawaban terhadap kolonialism…
Seminar Sejarah Nasional IV diadakan di Hotel Garuda Yogyakarta, dari tanggal 16 – 19 Desember 1985 dengan tema Sumbangan Penelitian dan Penulisan Sejarah terhadap Pembangunan. Dalam buku ini dibagi menjadi dua sub tema yaitu sub tema umum dan sub tema dinamika perkembangan politik bangsa Indonesia. Adapun sub tema umum meliputi, Sebuah Biografi dan Historiografi Indonesia oleh Sartono Kar…
Lingkungan yang hingga saat ini pada umumnya kurang diperhitungkan dalam pembicaraan kesejarahan, merupakan faktor yang turut berperan dalam pertumbuhan, perkembangan dan peruntuhan suatu kekuasaan atau kebudayaan. Peranan agama (terutama Islam, khususnya dalam pamor ulama, umaro, dan jawara), kewibawaan penguasa, berbagai tantangan yang dihadapi, dan cara menjawab tantangan yang dihadapi, dan …
Buku Cirebon Sebagai Bandar Jalur Sutra merupakan kumpulan makalah diskusi dengan topik yang sama. Diskusi tersebut membahas kota pelabuhan Cirebon dari bebrbagai aspek. Di antaranya tentang sejarah perkembangan Pelabuhan Muara Jati/Cirebon, ekonomi perdagangan, proses islamisasi, perkembangan teknologi dan pertumbuhan budaya, tinggalan-tinggalan sejarah dan kemungkinan perkembangannya di…
Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra merupakan kumpulan makalah diskusi tentang Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra yang diselenggarakan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Serang Banten Jawa Barat pada 25 – 27 September 1993. Diskusi tersebut membahas Banten dalam berbagai aspek baik mengenai strukt…
Buku ini adalah kumpulan tulisan dari para rekan sejawat, sahabat dan murid yang berjumpa dengan Prof Lapian dalam perjalanan karirnya sebagai sejarawan. Berawal dari peluncuran bukunya Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad Ke-16 dan 17, beberapa orang muridnya berkumpul dan membentuk panitia guna memperingati ulang tahunnya yang ke-80. Panitia ini yang kemudian menghubungi para penulis untuk…
Pada tanggal 22 Desember 1928 sampai 26 Desember 1928, tak kurang dari 30 organisasi perempuan berkumpul di pendopo Dalem Joyodipuran, Yogyakarta, untuk menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia. Sekitar 1000 orang hadir dalam pertemuan yang menjadi momentum awal dari gerakan perempuan nasional itu. Dari bukti sejarah ini, tampak bahwa kaum perempuan Indonesia pada masa itu membahas masalah-…
Buku ini berisikan kumpulan makalah diskusi sejarah lokal. Dalam diskusi sejarah lokal ini dibagi menjadi dua yaitu, sub-sub tema yang disajikan meliputi Konflik komunal dan ketersingkiran sosial serta Pembangkangan sipil dan konflik vertikal. Adapun makalah-makalah yang disajikan dalam buku ini meliputi (1) Kerawanan Sosial di Tanah Air Sebuah Refleksi Historis oleh Prof. Dr. Taufik Abdullah; …
Situs Gunung Selendang berada di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penggalian arkeologis atau ekskavasi pertama kali dilakukan di Situs Gunung Selendang pada tahun 2010 oleh Balai Arkeologi Banjarmasin bekerjasama dengan BP3 Samarinda. Berdasarkan hasil penggalian ditemukan tajau atau wadah kubur dari stoneware sebanyak 51 buah. Analisis yang dilakukan berhasil mengklasifikasik…
Masjid Shirathal Mustaqiem merupakan masjid tertua di Kota Samarinda yang dibangun oleh Said Abdurachman bin Assegaf pada tahun 1881 M. Masjid ini dimulai dari kedatangan seorang bangsawan dan pedagang muslim asal Pontianak, Kalimantan Barat, Said Abdurachman bin Assegaf datang ke kerajaan Kutai dan memilih Samarinda Seberang sebagai tempat tinggal sementara. Masjid Shirathal Mustaqiem memiliki…