Buku yang berjudul Budaya Maritim Nusantara Dalam Perspektif Arkeologi ini merupakan bunga rampai tulisan para peneliti arkeologi di lingkungan Balai Arkeologi Sumatera Utara, dan penulis dari luar Balai Arkeologi Sumatera Utara. Adapun beberapa artikel yang terdapat di dalam buku ini meliputi Kajian Nilai Penting Benteng Vieuw Victoria di Kota Ambon dan Konteksnya dalam Jaringan Pelayaran di M…
Pada Berita Penelitian Arkeologi No. 32 mengangkat judul Ekskavasi Dan Kajian Manajemen Arkeologi Situs Bukit Kerang Kawal Darat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini yaitu Bukit Kerang Kawal Darat memiliki potensi budaya sebagai salah satu kjokkenmoddinger yang terdapat di Pulau Bintan (Kabupaten Bintan, Provinsi Riau), yang memiliki n…
Pada Berita Penelitian Arkeologi No. 31 mengangkat judul Sumber-Sumber Tertulis Beraksara Angkola-Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara. Dari hasil yang didapat dari ketiga tempat tersebut, didapatkan ada 20 data tertulis beraksara Angkola-Mandailing yang diperoleh dari beberapa tempat. Dilihat dari bahannya, diketahui data tertul…
Berkala Arkeologi Sangkhakala terdiri dari dua kata yaitu Sangkha dan Kala. Sangkha adalah sebutan dalam bahasa Sansekerta untuk jenis kerang atau siput laut. Dalam mitologi Hindu Sangkha digunakan sebagai atribut dewa dalam sekte Siwa dan Wisnu. Sedangkan kala berarti waktu, ketika atau masa. Jadi Sangkhakala merupakan alat dari kerang laut yang mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa waktu tel…
Berkala Arkeologi Sangkhakala terdiri dari dua kata yaitu Sangkha dan Kala. Sangkha adalah sebutan dalam bahasa Sansekerta untuk jenis kerang atau siput laut. Dalam mitologi Hindu Sangkha digunakan sebagai atribut dewa dalam sekte Siwa dan Wisnu. Sedangkan kala berarti waktu, ketika atau masa. Jadi Sangkhakala merupakan alat dari kerang laut yang mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa waktu tel…