Beberapa ciri arsitektur tradisional suku Jawa yang pada dasarnya terlihat diantaranya menyelaraskan diri atau tanggap terhadap alam fisik, hal ini ditandai dengan bangunan dibuat penghawaan yang homogen dengan munculnya dinding gedeg/sesek dari anyaman bambu. Cenderung berorientasi kepada ajaran agama daripada kepada kepercayaan terhadap kekuatan metafisika, personifikasi bangunan tidak demikiā¦