Jurnal Sejarah dan Budaya Suwa bermakna sebagai pemberi penerang, petunjuk, dan penuntun. Sebagaimana sifatnya Suwa, hidup manusia harus bermanfaat bagi diri, orang lain dan lingkungannya. Jurnal Suwa menerbitkan hasil kajian sejarah dan budaya di wilayah kerja Aceh dan Sumatera Utara yang diasuh BPNB Aceh. Jurnal Suwa Volume 22 Nomor 1, Desember 2017 ini memuat 7 (tujuh) artikel meliputi : 1…
Tidak banyak perubahan pada tampilan Haba edisi kali ini. Setiap artikel dalam Buletin Haba menyimpan pengetahuan kelokalan dan kadang luput dari perhatian publik. Masing-masing artikel membidik hal yang dekat dengan kita, namun tanpa disadari melekat erat pada diri kita. Edisi No. 86/2018 ini misalnya, mengangkat tema Karya Budaya Aceh dan Sumatera Utara; karya budaya dimaksud tentu bukan kary…
Tema Buletin Haba edisi No 85 Tahun 2017 ini sengaja diilih lebih umum yaitu ”Etnisitas Dalam Kajian Sejarah Dan Budaya Di Provinsi Aceh Dan Sumatera Utara” dengan maksud untuk mengundang lebih banyak penulis atau pengiat sejarah dan budaya mengirimkan naskah tulisannya ke meja redaktur. Mendeskripsikan etnis, kekayaannya, nilai filosofis yang terkandung, semua menjadi rangkuman yang pentin…
Orang-orang Aceh merupakan bangsa pelaut yang mahir mengarungi lautan. Sejak lama orang Aceh telah melayari lautan dengan kapal-kapalnya sendiri. Mobilitas masyarakat yang aktif memiliki etos kerja yang tinggi membuat negeri Pidie dan masyarakatnya makmur dan sejahtera. Sebagai sebuah kerajaan yang memiliki kedaulatan, selain tetap mengatur pemerintahan sendiri, Pidie juga pernah mengeluarkan m…
Suwa bermakna sebagai pemberi penerang, petunjuk, dan penuntun. Jurnal Suwa menerbitkan hasil kajian sejarah dan budaya di wilayah kerja Aceh dan Sumatera Utara yang diasuh BPNB Aceh. Jurnal Suwa Volume 21 Nomor 2, Desember 2016 ini memuat 7 (tujuh) artikel meliputi : Pengetahuan Masyarakat Sekitar Hutan Tentang Hasil Hutan Non-Kayu : Studi di Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut, P…
Etnis Cina di aceh Barat Daya di kota Blangpidie menjadi salah satu masyarakat keturunan di perantauan yang telah hidup dan tinggal di luar negara asalnya. Jaringan kerja etnis ini di kota ini mulai teridentifikasi sejak tahun 1900 dan mulai terlihat aktif dalam kegiatan perdagangan sejak tahun 1930-an, namun ternyata sampai saat ini pun mereka masih dapat bertahan. Semenjak…
Teungku Peukan sebagai leader of spiritual dan sekaligus pejuang dalam masyarakat Manggeng Aceh Barat Daya. Setelah Teungku Peukan Syahid dan tertangkapnya beberapa tokoh perlawanan dan perjuangan lainnya, di Aceh Barat Daya serangan terhadap marsose Belanda masih saja terjadi dari akhir tahun 1926-1930an. Hal ini akibat dari represivitas dari sistem lini konsentrasi yang dilakukan Belanda…
BULETIN HABA NO. 64 TH. XII EDISI JULI-SEPTEMBER 2012 Buletin Haba No. 64/2012 terbit dengan tema berbeda : Budaya Populer Pada Masyarakat Aceh dan Sumatera Utara. Artikel-artikel yang dimuat dalam edisi kali ini meliputi: Budaya Aceh dan Budaya Kolonial (1873-1930); Jilbab : Budaya Populer Dalam Masyarakat Aceh; Premanisme : fenomena Sosial Kota Medan dalam Kajian Sejarah; Nonton Bola di Waru…