Pada awalnya peralatan kesenian esot-esot hanya jidur (gendang bambu) dan tug-tug (tambur). Selanjutnya bertambah mandolin dan kuningan (cemprang). Pada tahun 1990-an bertambah casio atau organ. Pada tahun 1993 kesenian ini berkembang di tiga kabupaten yaitu Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat. Di Lombok Barat kesenian ini disebut tambur, di Lombok Tengah disebut kecimol dan di Lombok …
Masyarakat Indonesia menyimpan beragam kearifan lokal dalam berbagai aspek kehidupannya, tidak terkecuali untuk perawatan benda yang dianggap berharga oleh masyarakat tersebut. Salah satu contohnya adalah penggunaan jeruk nipis di lingkungan keraton dalam merawat keris yang telah dikembangkan menjadi bahan konservan cagar budaya berbahan besi. Berawal dari pemaham tersebut, Jurnal Borobudur Vol…
Tanggal 15 Oktober 1945 mengakibatkan berkobarnya Pertempuran Lima Hari di Semarang, yang merupakan pertempuran besar pada awal revolusi kemerdekaan. Dengan kedatangan Sekutu di Semarang, pada tanggal 19 Oktober 1945, khususnya Jawa Tengah dihadapkan dengan ancaman baru yang datang dari Sekutu, karena mereka melakukan penguasaan daerah yang akan diserahkan kemudian kepada Pasukan Belanda.…
Buku ini menyajikan kain tenun endek yang merupakan kain tenun ikat pakan. Dimana cara pembuatannya dilakukan dengan memberi motif pada benang pakan (benang searah lebar kain) sebelum mulai di tenun. Tenun endek di Bali mempergunakan berbagai bentuk motif / ragam hias, yaitu:Motif / ragam hias geometris (seperti pagar yang berjejer dengan bentuk segitiga, garis lurus dan sebagainya); Motif / ra…
Tatakrama pada dasarnya diperoleh dan dimiliki setiap individu atau manusia melalui suatu proses. Proses yang dimaksud adalah proses belajar baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Proses terbentuknya tatakrama seperti ini juga terjadi pada masyarakat suku bangsa Loloan di Kabupaten Jembrana. Masyarakat Loloan merupakan masyarakat yang penduduknya mayoritas umat Islam, oleh karenan…
Keramik merupakan benda cagar budaya bergerak yang rentan terhadap kerusakan dan proses pelapukan. Konservasi perlu dilakukan terhadap keramik karena keramik rentan terhadap kerusakan fisik. Jenis kerusakan yang sering dijumpai pada benda cagar budaya keramik antara lain pecah, retak, kotor, endapan garam, dan hilangnya sebagaian fragmen. Masing-masing jenis kerusakan terjadi dengan intens…
Dalam sejarah perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme di Yogyakarta banyak kejadian, diantaranya Sultan Agung menyerang Batavia tahun 1628 dan 1629, Hamengkubuwono II melawan Belanda dan Inggris. Kolonialisme merupakan manifestasi dari kekuatan perampok politik dan ekonomi. Dalam menghadapi kekuatan ini, Sultan mengkombinasikan kekuatan fisik dan diplomasi. Kolonialisme menanamkan con…
Dalam buku ini terdapat sepuluh ibu-ibu dengan berbagai latar belakang dan asal masing-masing yang telah menceritakan pengalaman hidupnya sejak masa penjajahan, praperjuangan, kemerdekaan, perjuangan kemerdekaan, dan pengabdian mengisi kemerdekaan itu sendiri. Baik mereka yang terjun secara langsung dalam perjuangan fisik, maupun mereka yang berjuang di garis belakang, semata-mata mendampingi s…
WARTA KONSERVASI BOROBUDUR EDISI KE-2/DESEMBER 2012 Pada penerbitan kali ini, pada rubrik menampilkan artikel yang membahas tentang Studio restorasi Candi borobudur sebagai ruang publik konservasi pertama di Indonesia. Untuk rubrik serba-serbi disajikan mengenai beberapa kegiatan Balai Konservasi Borobusur. Sedangkan pada resensi buku membedah buku tentang Menyelamatkan Candi Borobudur dari Er…
Buku ini berisikan tentang periodisasi, beberapa sedjarawan, historiografi tradisionil. Dalam menelaah periodisasi Sedjarah Indonesia juga akan melihat bahwa tcara membuat periodisasi itu akan mentjerminkan pendirian dan pandangan hidup atau sudut penglihatan daripada penulis Sedjarah, maka periodisasi sering disebut djuga sebagai ukuran pengertian tentang Sedjarah. Seorang historiograf yang me…