SENI UKIR ASMAT INVENTARISASI DAN VERIVIKASI WARISAN BUDAYA TAKBENDA     

Pengarang: 

ENOS H.RUMANSARA, ENRICO Y. KONDOLOGIT, DON RODRIGO FLASSY, J. BUDI IRIANTO, SARINI    

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

RKE - 736.4 (730-739) 

ISSN/ISBN: 

978-602-1228-80-7

Jumlah Halaman: 
108

Orang Asmat adalah suatu suku bangsa di bagian selatan tanah Papua yang hidup didaerah hutan bakau, berawa dan aliran sungai yang lekak-likuk membagi dan mengelilinginya. Kesenian tradisi orang Asmat, khususnya seni ukirnya sangat unik dan memiliki nilai budaya yang mempunyai hubungan erat dengan sistem religi (agama tradisi) yang mereka anut, terutama dihubungan dengan cerita rakyat (mite, legenda dan dongeng) yang dianggap sakral dan memiliki sejarah kehidupan nenek moyang yang memberi makna dalam sistem religinya. Ukiran orang Asmat dibagi atas 3 (tiga) jenis, yaitu: (a) patung besar yang dikenal dengan sebutan Patung Mbis yang digunakan untuk menghormati leluhur terutama mengenang orang atau tokoh masyarakat yang berpengaruh; (b) Patung kecil yaitu patung yang ukurannya kecil dan biasanya disebut patung keluarga karena patung ini digunakan untuk kepentingan keluarga. Patung kecil ini ditempatkan didalam rumah atau tempat khusus milik keluarga dari nenek moyang pengukir; dan (c) ukiran-ukiran papan, dayung, tombak, perahu, perisai, dll. Ukiran-ukiran ini biasa dipakai sebagai pencari nafkah atau lambang kebesaran.         

SENI UKIR ASMAT INVENTARISASI DAN VERIVIKASI WARISAN BUDAYA TAKBENDA