FACHRI MUZAQII, M. ARIEF WICAKSONO, RIDHO KUSUMA
DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DAN TRADISI
2018
SUA - 959.8 (950-959)
978-602-64776-8-2
Buku Sejarah Baru Tarung secara implisit ingin menggambarkan bagaimana rumah adat dan adat rumah masyarakat Sumba secara kontemporer. Adat, tradisi, dan budaya tidak digambarkan sebagai sesuatu yang statik bahkan luntur, melainkan dinamik dan adaptif, asalkan tetap terdapat batas-batas tertentu. Sistem keyakinan menjadi ‘batas’ antara perubahan-perubahan mikro dan perubahan-perubahan makro. Program Revitalisasi Desa Adat yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi di Kampung Tarung, Sumba Barat dapat menggambarkan kompleksitas bagaimana sebuah tradisi dan budaya secara dinamis beradaptasi dengan perkembangan masa kini. Peristiwa kebakaran yang membumihanguskan kampung tersebut pada tahun 2017 silam ternyata tidak dipandang sebagai sesuatu yang merusak atau destruktif, justru malah membangun. Didalam buku ini mengajukan dua gagasan utama, yaitu ketika membicarakan rumah adat dalam konteks masyarakat Sumba, maka rumah itu bukan sekadar himpunan kayu, batu, pasir dan materi lainnya, melainkan juga ritual, doa, dan pengorbanan atau adat itu sendiri. Serta dalam buku ini membicarakan mengenai konteks masa kini, rumah adat dan adat rumah pada masyarakat Sumba telah mengalami perubahan dan transformasi sebagai bentuk adaptasi.