PERSEPSI TENTANG ETOS KERJA KAITANNYA DENGAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT DAERAH BALI

Pengarang: 

COKORDA ISTRI SURYAWATI, IDA BAGUS DHARMIKA, I WAYAN NAMIARTHA, TJOKORDA ISTRI PUTRI, IDA BAGUS OKA WEDA

Penerbit: 

DEPARTEMEN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1996/1997

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

ETK - 306.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
150

Sebagian besar masyarakat di Desa Dangin Puri Kaja mempunyai pandangan bahwa bekerja adalah merupakan kodrat. Etos kerja dari suatu masyarakat sudah tentu didalamnya terkandung nilai-nilai budaya masyarakat yang mendukung suksesnya etos kerja tersebut. Etos kerja ataupun budaya kerja masyarakat di Desa Pejaten dan Dangin Puri Kaja cukup tinggi, hal ini disebabkan karena pada hakikatnya kehidupan mereka dilandasi oleh konsep jengah, mereka harus bekerja dan tanpa bekerja tidak ada rejeki. Sebagaimana diketahui masyarakat Desa Pejaten dan Dangin Puri Kaja memiliki konsep kerja yang hampir sama dan tidak jauh berbeda dari konsep kerja yang merupakan etos kerja alam tradisi tulis masyarakat Bali. Di Desa Pejaten ditemukan juga adanya semacam mitologi, nilai-nilai budaya yang tumbuh di desa itu sehingga membuat semangat etos kerja masyarakat semakin hebat. Etos kerja masyarakat Desa Pejaten, Dangin Puri Kaja dan Batur sangat berpegang teguh kepada moral, etik dan bahkan Tuhan. Dan ini dapat terlihat dimana semangat kerja masyarakat Desa Pejaten didalam usaha kerajinan genteng dituntun dan ditata oleh moral etik yang diwujudkan dalam bentuk Pura “Manik Jati”. Demikian pula halnya dengan Desa Batur yang mempunyai semangat tinggi untuk berusaha atau berdagang. Didalam semangat kerjanya dituntun oleh supernatural (Tuhan) yang berada di Pura Subandar.