PERKAMPUNGAN DIPERKOTAAN SEBAGAI WUJUD PROSES ADAPTASI SOSIAL (PERKAMPUNGAN MISKIN SAMARINDA)

Pengarang: 

DRS. J. RUSMANTO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1990/1991

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

306 - 319

Data dan informasi tentang perkampungan miskin di Kota Samarinda hanya dikumpulkan dari dua kampung sampel, yaitu Kampung Tanjungbatu di pusat kota danKampungRapakdalam di pinggiran kota.Kondisi alam kedua kampung sampel juga dipengaruhi pasang surut sungai. Hubungan antar tetangga dan kebiasaan tolong menolong di kedua kampung masih tampak menonjol. Hanya persaingan dan konflik antarwarga sudah tampak menonjol di kampung pusat kota, hal yang demikian tidak melanda penduduk di pinggiran kota. Umumnya penduduk kampung di pusat kota mata pencahariannya bertumpu pada bidang jasa sebagai buruh dan tukang. Rata-rata pendapatan yang rendah juga terdapatdi sebagian besar penduduk kampung di pinggiran kota, yaitu yang bekerja sebagai petani tradisional. Umumnya, hubungan perkawinan suami dan istri cukup stabil. Walaupun ada perceraian sebagian besar disebabkan salah seorang pasangannya meninggal dunia. Kawin cerai bukanlah disebabkan karenakondisi kemiskinan. jadi kebudayaan kemiskinan yang hidupdalam masyarakat berkondisi sebagaimana disimpulkan oleh Oscar Lewis tidak jelas terlihat diperkampungan miskin Samarinda. Agaknyaajaran agama masih dipegang teguh.