MARKUSIP SEPENGGAL KISAH ASMARA MUDA-MUDI TAPANULI SELATAN TEMPO DOELOE

Pengarang: 

MIFTAH ROMA ULI TUA

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

TDK - 392.4 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-40-7

Jumlah Halaman: 
42

Markusip adalah sebuah tradisi lama yang telah menyebar dan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya secara lisan dengan bentuk yang relatif tetap. Tidak ada yang mengetahui siapa orang pertama yang menciptakannya hingga dianggap sebagai milik bersama oleh masyarakat Tapanuli Selatan.  Markusip juga merupakan bagian dari kebudayaan Mandailing dan Angkola karena pelaksanaannya tidak lepas dari aturan adat-istiadat yang berlaku di masyarakat. Tradisi markusip berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui proses belajar kebudayaan, yang berlandaskan kepada konsep-konsep, nilai-nilai, aturan-aturan, maupun norma-norma yang berlaku dan dianut oleh masyarakat Tapanuli Selatan. Orang Mandailing dan Angkola di masa lampau hidup dengan aturan adat yang ketat. Adat-istiadat mereka di masa lampau memantangkan pergaulan bebas antara muda-mudi, sehingga proses perjalinan kasih atau percintaan antara seorang pemuda dengan seorang pemuda dengan seorang gadis harus dilakukan dengan berlandaskan nilai-nilai budaya. Tradisi markusip telah hilang dari tengah-tengah masyarakat Tapanuli Selatan  masa kini.