KOPI DAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT GAYO

Pengarang: 

KHALISUDDIN, DKK

Penerbit: 

BPNB BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

2.3(300-31

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-14-8

KOPI DAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT GAYO

Kopi adalah hidup matinya Urang Gayo, pernyataan ini tidak berlebihan jika kita melihat fakta yang ada di Dataran Tinggi Gayo. Lebih dari 95% Urang Gayo untuk saat ini adalah petani kopi, terlepas dari profesi lain yang mereka jalani. Urang Gayo sering mengungkapkan pernyataan ”ike gere berempus nume Urang Gayo’ jika tidak berkebun kopi bukan Orang Gayo. Bahkan jika seorang bebujang datang ke rumah beberu, pertanyaan yang tidak pernah terlewatkan dari orang tua beberu adalah dimana dan berapa luas kebun yang dimilki oleh si bebujang. Masyarakat Gayo, umumnya adalah pecandu kopi, bukan penikmat kopi, sehingga bagi Urang Gayo meminum kopi adalah keharusan yang sudah menjadi budaya, bahkan Urang Gayo sering menyebutkan kopi itu sebagai perapat ni kero (penyempurna makan).