KAPAK BATU

Pengarang: 

HANDRO LEKITO, RAMBU RANGA, GEORGE REUMI, CIPTADI DWI ADI, SEPTINUS MOFU

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA PAPUA

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

RKE - 736.5 (730-739)

ISSN/ISBN: 

978-602-971-019-9

Jumlah Halaman: 
42

Kapak batu pada suku-suku Sentani Ayapo; Sentani Doyo Baru (Bambar); Suku Dani di Lembah Baliem-Wamena dan Suku Ormu di Kampung Ormu yang dilukiskan mempunyai berbagai makna serta fungsi sosial. Adapun proses pembuatan kapak batu didaerah Kampung Ayapo yakni batu dipilih/diambil didaerah penambangan emas di daerah Puai/jalan baru. Batu yang telah dipilih dan diambil pulang lantas diasah dengan gurindah sampai halus dan batu menjadi bermodel dalam bentuk kapak batu. Kapak batu dilihat sebagai perlengkapan pesta adat seperti alat pembayaran mas kawin, sebagai alat pembayaran kepala bagi kerabat yang meninggal, sebagai alat pembayaran/denda atau sebagai peralatan teknologi untuk membelah kayu. Pada jaman dahulu, kapak batu ini diproses secara tradisional dengan cara mengasah batu tersebut dengan jenis batu lain sehingga terbentuk seperti kapak batu yang diinginkan. Proses pengasahan ini berlangsung enam bulan, bahkan bisa satu tahun untuk mendapatkan bentuk yang licin dan bagus. Pada saat sekarang pembuatan kapak batu telah menggunakan peralatan modern sehingga dapat menyelesaikan satu kapak batu sehari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAPAK BATU