TIM PENULIS
STAIN PONTIANAK PRESS
2012
SAS - 899.221.3 (890-899)
-
Buku yang berjudul Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar ini merupakan kumpulan imajinasi penulis-penulis di Kalimantan Barat. Disini, mereka mengisahkan tentang apa yang mereka lihat dan apa yang mereka telah rasakan serta tentang apa yang mereka harapkan. Hasilnya cukup mengejutkan, para penulis berhasil menggambarkan warna lokal Kalimantan Barat dalam karya sastra yang dihasilkannya. Mereka tidak hanya mengeksplorasi latar lokal tetapi juga mengusung tradisi lokal yang masih diamalkan masyarakat Kalimantan Barat. Aliran peristiwa dirangkai dengan kata demi kata sehingga struktur cerita dengan gamblang menggambarkan tradisi lokal dan latar khas Kalimantan Barat dalam dunia imajier. Cerpen-cerpen dalam kumpulan ini mengandung ilmu dan filosofi lokal yang berusaha direkonstruksi penulis ke dalam cerita. Dinamika kehidupan dengan warna lokal menyeruak ke permukaan, berbungkus kata yang bermadah sastra. Dalam cerpen ini dibagi kedalam tiga bagian yaitu imaji budaya, imaji sosial, dan imaji cinta yang terbagi kedalam 27 judul cerpen. Adapun yang termasuk kedalam imaji budaya diantaranya Antu Bengkek oleh Saifun Arif Kojeh; Agik Idup Agik Ngelaban oleh Dedy Ari Asfar; Balada Bala oleh Riani Kasih; Menantang Bala’ oleh Zani El Kayong; Mantra di Pelosok Kampung oleh Mahabbahtusy Syuaraa; dan sebagainya. Termasuk kedalam imaji Sosial yaitu Politikus Warung Kopi oleh Hardianti; Kopi Susuku oleh Haries Pribady; Kamar 9 B oleh Pradono; Titik dan Air Mata oleh Wayz Ibn Sinentang; Masih Cerita oleh Utin Erliana; Senyum Ini untuk Ayah oleh Omy Bintun Nahl; dan Nasi Ubi Uwan Misran oleh Nuraini. Sedangkan yang termasuk kedalam imaji cinta diantaranya Perempuan Berkalung Salib oleh Abdul Hamid; Antara Cintanya dan Cinta-Nya oleh Nurlia; Aku bukan Siti Nurbaya oleh Marsita; Cinta Su Ling oleh Hikmah; Surat untukmu Sayang oleh Reni Yusnita; dan sebagainya.