JALUR REMPAH DI ACEH

Pengarang: 

ILHARTUTY

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI ACEH

Tahun Terbit: 

2022

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

SEK - 910.9 (910-919)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
40

Sejak dahulu daerah Aceh dikenal dengan rempahnya. Bahkan pada abad ke 17 Aceh sudah dapat memenuhi kebutuhan lada di dunia. Ada beberapa lokasi di Aceh sebagai sumber penghasil rempah-rempah, yang menyebabkan bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda rela melakukan pelayaran ke nusantara untuk mencari sumber rempah-rempah. Ada beberapa alasan mengapa rempah-rempah menjadi primadona untuk diperdagangkan, yaitu banyaknya permintaaan akan kebutuhan rempah-rempah, dijual dengan harga yang tinggi, menjual rempah-rempah akan mendapatkan keuntungan yang besar. Lamuri, Samudra Pasai, Pedir, dan Singkil adalah beberapa tempat di Aceh sebagai sumber penghasilan rempah-rempah. Rempah-rempah Aceh yang terkenal diantaranya lada, cengkeh, kayu manis, pala, kemiri, ketumbar, kapulaga, dll. Kedatangan bangsa Eropa ke bumi Aceh untuk mencari sumber rempah-rempah dan juga para saudagar dari Inggris, India, dan Tiongkok secara tidak langsung membentuk jalur atau rute perdagangan rempah atau disebut juga jalur rempah. Munculnya jalur rempah ini memberikan pengaruh dalam kehidupan masyarakat Aceh misalnya dari segi bahasa, makanan/kuliner, seni, adat istiadat.