ERNATIP, JUMHARI
BPSNT PADANG PRESS
2009
TDK - 391 (390-399)
978-602-8742-01-6
Pakaian bundo kanduang dalam upacara adat di Kota Payakumbuh, ternyata pakaian bundo kandung dalam bermacam-macam pelaksanaan upacara adat mempunyai banyak ragam. Oleh masyarakat Kota Payakumbuh pakaian khas itu dari dahulu hingga sekarang masih eksis sekalipun intensitas pemakaiannya sudah mengalami penurunan. Secara fisik pakaian itu tersimpan dengan baik dan itu menjadi kebanggaan oleh pemiliknya. Hasil pendataan pada tiga nagari di Kota Payakumbuh dapatlah dikatakan bahwa jenis pakaian bundo kandung itu banyak sekali berkisar antara 14-17 macam termasuk pakaian penganten, pasumandan dan sebagainya menurut adat yang berlaku. Keseluruhan pakaian itu dipakai untuk menghadiri upacara/perhelatan adat baik yang suka (seperti upacara daur hidup) maupun duka (kematian). Setiap pakaian tersebut ditentukan waktu pemakaian berdasarkan umur atau status dalam upacara tersebut. Menurut adat istiadat disana bahwa pelaksanaan upacara adat ada tiga tingkatan yaitu tingkat tertinggi (Lambang Urek), tingkat menengah (Kabuang Batang), dan tingkat terendah (Gante Pucuak). Sekalipun pakaian bundo kanduang itu termasuk pakaian langka dan unik, tetapi masih diproduksi sampai saat ini. Meskipun pakaian ini termasuk dikatakan pakaian mewah dan bermakna, tapi mewah disini bukan diukur dari harga atau bahan pembuatannya melainkan berdasarkan pemakaiannya menurut adat yang berlaku. Dan pakaian bundo kanduang ini ada aturan pemakaiannya, orang yang memakai dan jenis perhelatan yang diikuti.