S.P. NAPITUPULU, JINTAR MANURUNG, MARDYAN GINTING, MUH. BADIRIN, O. SITUMORANG, H. SIRAIT, T. SILALAHI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1986
ART - 722.4 (720-729)
-
Bangunan arsitektur tradisional Karo mempunyai ciri tersendiri dibandingkan dengan daerah lain. Rumah/bangunan dihuni oleh delapan kepala keluarga yang kedudukannya dalam hubungan kekeluargaan antara sesamanya, tetapi dapat hidup rukun. Dari segi bangunannya mereka antar jabu hanya dipisahkan oleh adanya dapur. Dari arsitektur Karo ini terpancar nilai kekeluargaan. Arsitektur bangunan ini sangat mengesankan dalam pembuatannya, tanpa menggunakan paku. Paling banter dengan membuat sendi/pen serta dengan mengikat. Ture/beranda depan yang terbuat dari bambu bal terasa kurang menyatu dengan kekuatan bangunan secara keseluruhan. Seolah hanya merupakan tambahan bangunan yang tidak diperhatikan keseimbangan kekuatannya dengan bangunan. Mengenai arsitektur tradisional Karo didalam suatu kampung ternyata tidak saja dalam bentuk rumah adat, tetapi biasanya bertambah dengan bangunan lainnya sebagai satelit yang ada hubungannya dengan rumah adat.