KESENIAN TRADISIONAL DI SERAM BAGIAN BARAT  BENTUK DAN PELESTARIANNYA DI KALANGAN ORANG WEMALE

Pengarang: 

YANCE Z. RUMAHURU DAN WELDEMINA Y. TIWERY

Penerbit: 

BPNB AMBON

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

KSD - 701.8 (700 - 709)

ISSN/ISBN: 

978-979-1463-39-3

Jumlah Halaman: 
101

Bentuk – bentuk kesenian tradisional di Seram bagian Barat yang teridentifikasi adalah sebagai berikut (1) seni ukir, berupa motif-motif alam dan cerita suku Wemale yang tampak pada anyaman-anyaman, pakaian dan kelengkapan ritual, ikatan rotan ulu parang, ikan rotan ditiang rumah dan ukiran pada sisie dari bambu (wapeuile rue wasisite). (2) seni musik, berupa tipale (alat musik tifa) dan gelang yang dibunyikan bersamaan dengan gerakan tarian. (3) seni suara, berupa kapata, makahua, dan berbalas pantun. (4) seni tari, berupa maru-maru. Di Seram bagian barat kesenian tradisional diwarisi melalui tradisi lisan dari orang-orang tertentu, pelibatan langsung masyarakat atau orang per orang tertentu dalam setiap proses, pelaksanaan ritual. Ritual sesungguhnya dapat dijadikan media efektif bagi pewarisan kesenian tradisional karena (1) pelaksanaan ritual membutuhkan benda-benda atau perlengkapan yang juga merupakan hasil karya masyarakat pelaksananya; (2) dalam ritual terdapat nyanyian dan tarian yang dilakoni oleh setiap warga secara bersama; (3) ritual merupakan tuntutan yang perlu dilakukan oleh setiap orang, dan terus berlangsung sepanjang masyarakat pendukung ritual tersebut ada. Dalam pelaksanaan ritual terdapat nyanyian-nyanyian, mantra dan simbol-simbol lain yang bila dicermati menunjuk pada peristiwa historis masyarakat setempat dan menegaskan eksistensi kelompok-kelompok masyarakat pendukungnya.