POLA PRILAKU BANGSAWAN KAILI DALAM MITOS TO MANURU SEBUAH MITOS DARI SULAWESI TENGAH

Pengarang: 

DRA. LILY E.N SAUD

Penerbit: 

BPSNT MANADO

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

3.5(320-32

ISSN/ISBN: 

978-979-3381-94-7

POLA PRILAKU BANGSAWAN KAILI DALAM MITOS TO MANURU SEBUAH MITOS DARI SULAWESI TENGAH

 

 

Gaya hidup bangsawan penuh dengan symbol-simbol yang menjadi pembeda status dengan golongan sosial yang ada dalam masyarakat Kaili pada masa pemerintahan kerajaan. Namun perwujudan symbol-simbol ini sebenarnya tidak lebih dari pengaburan terhadap identitas aslinya. Kaum bangsawan berupaya menciptakan sebuah karakteristik untuk dirinya yaitu dengan kompleksitas simbolis yang tampak dalam gaya hidup. Dengan berdalih untuk mengembangkan rasa malu dan pengendalian sosial raja dapat saja menerapkan sanksi untuk menghukum rakyat yang tidak patuh terhadap raja.Dengan menggunakan symbol-simbol seperti nevigu, nabunto, nosasa sebagai upacara adapt untuk memberi sanksi bagi rakyat yang dianggap bersalah. Perubahan system pemerintahan dan kehidupan sosial budaya, tidak begitu saja mengikis habis ingatan masyarakat tentang keteladanan para kaum bangsawan, Keagungan raja keturunannya masih tumbuh dan hidup dalam gagasan masyarakat pendukungnya, terutama dengan tetap mempertahankan simbol-simbol kebangsawanan dalam adapt istiadat suku Kaili.

POLA PRILAKU BANGSAWAN KAILI DALAM MITOS TO MANURU SEBUAH MITOS DARI SULAWESI TENGAH