UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH SULAWESI TENGAH

Pengarang: 

INDRA B. WUMBU, MURNIATY SALOKO, A. GHANI HALI, BADRUN ALI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1982/1983

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

UNG - 398 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
115

Ungkapan biasanya mempunyai makna berupa petuah, nasehat, pesan atau amanat. Ungkapan di daerah Sulawesi Tengah meliputi perekaman 100 (seratus) ungkapan yang dipungut dari 2 (dua) suku bangsa. 40 (empat puluh) ungkapan berasal dari suku Pamona dan 60 (enam puluh) ungkapan lainnya berasal dari suku Kaili. Pada umumnya makna ungkapan-ungkapan yang dipungut ialah menggambarkan latar belakang kehidupan sosial budaya daripada masyarakat pendukungnya. Kebanyakan makna ungkapan berupa nasehat. Nasehat untuk berbuat, mematuhi norma-norma yang berhubungan dengan adat istiadat, dan nasehat untuk meninggalkan atau menjauhi perbuatan tercela. Ungkapan dalam bahasa Pamona diantaranya Ane Belopa Melanto; Ane Watu Da Meratu, Ane Mobira Bomba, Bira Ungka Ri Yoyonya; Ane Melinja Melinja Mpo Kanjai. Ungkapan dalam bahasa Kaili diantaranya Agina Malalo Bangko, Aga Ne Masala Ganggo; Ala Ledo Maeya, Motongamo Taputu; Ane Aga Bulava Rakidimo. Didalam masing-masing ungkapan tersebut mengandung dengan makna-makna.

UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH SULAWESI TENGAH