DRA. NY. N. NAINGGOLAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1985
4.1(330-33
SISTEM EKONOMI TRADISIONAL DAERAH SULAWESI TENGAH
Dalam pola konsumsi pada masa yang lalu nampak adanya sistem pemerataan. Konsumsi yang diutamakan adalah pemenuhan kebutuhan primer. Dari hasil produksi yang diperoleh lalu dijual sebagian sehingga kebutuhan tambahan mereka dapat terpenuhi walaupun belum seluruh yang diinginkan dapat terpenuhi. Pada masyarakat suku Kaili nilai budaya alam sistem ekonomi tradisional tercermin pada upacara-upacara adat, kepercayaan dan religi. Melalui informasi yangdapat mereka lihat dan denger akan merobah secara bertahap pola berpikirnya dan gagasan nilai-nilainya sehingga lama kelamaan sistem ekonomi tradisional ini akan mengalami pergeseran. Untuk masa depan akan terlihat kecendrungan, kerja untuk kerja saja tetapi sudah akan bergeser menjadi kerja untuk menghasilkan lebih banyak. Sebagai akibat kemajuan pendidikan , pengetahuan, teknologi (transportasi dan komunikasi) maka konsumsi para petani untukmembiayai pendidikan anak-ankanya akan bertambah banyak.